Panduan Lengkap Desil dalam Statistik: Pengertian, Rumus, Contoh Soal, dan Penerapannya

Dipublikasikan: September 06, 2026

Panduan Lengkap Desil dalam Statistik: Pengertian, Rumus, Contoh Soal, dan Penerapannya

Keyword Utama: desil rumus desil cara menghitung desil

Keyword Turunan: desil data tunggal desil data kelompok penerapan desil desil DTKS bansos perbedaan kuartil desil persentil ukuran pemusatan data materi statistik desil

Statistik memainkan peranan penting dalam mengolah sekumpulan data mzentah menjadi informasi yang bermakna. Saat dihadapkan pada kumpulan data numerik—seperti tingkat pendapatan penduduk, nilai ujian siswa, atau performa penjualan perusahaan—kita kerap membutuhkan cara untuk membagi data tersebut ke dalam tingkatan atau kelompok tertentu.

Salah satu ukuran pemusatan dan letak data yang paling sering digunakan dalam analisis inferensial maupun deskriptif adalah desil.

Panduan ini membahas secara menyeluruh mengenai konsep desil, fungsi mendasarnya, perbedaan dengan fraktil lain, rumus perhitungan untuk data tunggal maupun kelompok, hingga contoh penerapannya dalam kebijakan publik seperti penetapan bantuan sosial (bansos).

1. Pengertian Desil dan Konsep Dasar

Secara etimologis, kata desil berasal dari bahasa Latin decimus yang berarti "kesepuluh". Dalam ilmu statistik, desil adalah nilai-nilai batas yang membagi sekumpulan data yang telah diurutkan dari yang terkecil hingga terbesar menjadi 10 bagian yang sama banyak.

Karena sekumpulan data dibagi menjadi 10 bagian yang sama rata, maka terdapat 9 nilai pembagi desil, yaitu:

  • Desil 1 (\(D_1\)): Batas yang memisahkan 10% data terendah dari 90% data sisanya.
  • Desil 2 (\(D_2\)): Batas yang memisahkan 20% data terendah dari 80% data sisanya.
  • Desil 3 (\(D_3\)): Batas yang memisahkan 30% data terendah dari 70% data sisanya.
  • Desil 4 (\(D_4\)): Batas yang memisahkan 40% data terendah dari 60% data sisanya.
  • Desil 5 (\(D_5\)): Batas tengah yang membagi data menjadi dua bagian sama besar (50% terendah dan 50% tertinggi). Nilai \(D_5\) selalu sama dengan Median dan Kuartil 2 (\(Q_2\)).
  • Desil 6 (\(D_6\)): Batas yang memisahkan 60% data terendah dari 40% data sisanya.
  • Desil 7 (\(D_7\)): Batas yang memisahkan 70% data terendah dari 30% data sisanya.
  • Desil 8 (\(D_8\)): Batas yang memisahkan 80% data terendah dari 20% data sisanya.
  • Desil 9 (\(D_9\)): Batas yang memisahkan 90% data terendah dari 10% data tertinggi.
Visualisasi Pembagian Desil Data
10%
10%
10%
10%
10%
10%
10%
10%
10%
10%
Min D₁ D₂ D₃ D₄ D₅ (Med) D₆ D₇ D₈ D₉ Maks

Syarat Utama Menghitung Desil

Sebelum mencari nilai desil dari sekelompok data, ada satu syarat mutlak yang harus dipenuhi: Data harus sudah diurutkan (array data) dari nilai terkecil hingga nilai terbesar. Tanpa pengurutan data, perhitungan letak dan nilai desil tidak akan valid.

2. Perbedaan Desil, Kuartil, dan Persentil

Dalam statistik, desil tergolong dalam keluarga fraktil (kuantil), yaitu sekumpulan nilai yang membagi distribusi frekuensi menjadi bagian-bagian yang sama. Untuk menghindari kekeliruan, berikut adalah perbedaan mendasar antara Kuartil, Desil, dan Persentil:

Parameter Kuartil (\(Q\)) Desil (\(D\)) Persentil (\(P\))
Jumlah Pembagi Membagi data jadi 4 bagian Membagi data jadi 10 bagian Membagi data jadi 100 bagian
Jumlah Nilai Batas 3 nilai (\(Q_1, Q_2, Q_3\)) 9 nilai (\(D_1 \dots D_9\)) 99 nilai (\(P_1 \dots P_{99}\))
Persentase Per Bagian Setiap bagian berisi 25% data Setiap bagian berisi 10% data Setiap bagian berisi 1% data
Penggunaan Utama Analisis ringkasan 5 angka (box plot) Pengelompokan sosial-ekonomi Tes standar, demografi besar

Ekuivalensi Nilai (Persamaan Kuantil)

Beberapa titik nilai fraktil ini saling berimpit dan memiliki nilai yang sama persis:

  • \( ext{Median} = Q_2 = D_5 = P_{50}\)
  • \(Q_1 = P_{25}\)
  • \(Q_3 = P_{75}\)
  • \(D_1 = P_{10}\)
  • \(D_9 = P_{90}\)

3. Rumus Menghitung Desil Data Tunggal

Data tunggal adalah sekumpulan data mentah yang belum dikelompokkan ke dalam interval kelas tabel distribusi frekuensi. Menghitung desil data tunggal memerlukan dua langkah utama: menentukan letak/posisi desil, lalu menghitung nilai desilnya.

Rumus Posisi Letak Desil Data Tunggal

Posisi letak desil ke-\(i\) (\(D_i\)) dirumuskan sebagai berikut:

\[L(D_i) = rac{i \cdot (n + 1)}{10}\]

Keterangan:

  • \(L(D_i)\) = Letak/posisi desil ke-\(i\)
  • \(i\) = Urutan desil yang ingin dicari (\(1, 2, 3, \dots, 9\))
  • \(n\) = Jumlah total sampel atau observasi data

Metode Penentuan Nilai Desil Data Tunggal

Hasil dari perhitungan letak \(L(D_i)\) bisa berupa bilangan bulat atau bilangan desimal/pecahan.

Kasus A: Posisi berupa Bilangan Bulat

Jika \(L(D_i) = k\) (di mana \(k\) adalah bilangan bulat), maka nilai desil langsung berada pada data urutan ke-\(k\):

\[D_i = X_k\]

Kasus B: Posisi berupa Bilangan Desimal (Gunakan Interpolasi Linear)

Jika \(L(D_i) = k + d\) (di mana \(k\) adalah bagian bulat dan \(d\) adalah bagian desimal di antara \(0\) dan \(1\)), gunakan rumus interpolasi linear:

\[D_i = X_k + d \cdot (X_{k+1} - X_k)\]

Keterangan:

  • \(X_k\) = Nilai data pada urutan/posisi ke-\(k\)
  • \(X_{k+1}\) = Nilai data pada urutan/posisi ke-(\(k+1\))
  • \(d\) = Nilai sisa desimal dari posisi letak desil

4. Contoh Soal dan Pembahasan Desil Data Tunggal

Contoh Soal Data Tunggal

Diberikan data hasil ujian matematika dari 12 siswa sebagai berikut:
65, 80, 72, 55, 90, 85, 60, 75, 88, 95, 70, 82

Pertanyaan: Hitunglah nilai Desil ke-3 (\(D_3\)) dan Desil ke-7 (\(D_7\))!


Penyelesaian:

  • Urutkan data dari terkecil ke terbesar:
    Urutan (\(k\)) 123456789101112
    Nilai (\(X_k\)) 556065707275808285889095
    Jumlah data (\(n\)) = 12.
  • Menghitung Desil ke-3 (\(D_3\)):
    Cari letak \(D_3\): \[L(D_3) = rac{3 \cdot (12 + 1)}{10} = rac{3 \cdot 13}{10} = rac{39}{10} = 3,9\]

    Bagian bulat (\(k\)) = \(3\), bagian desimal (\(d\)) = \(0,9\). Posisi berada di antara data ke-3 (\(X_3\)) dan data ke-4 (\(X_4\)).

    Ambil nilai data: \(X_3 = 65\) dan \(X_4 = 70\).

    Hitung nilai \(D_3\) dengan interpolasi linear:

    \[D_3 = X_3 + 0,9 \cdot (X_4 - X_3)\] \[D_3 = 65 + 0,9 \cdot (70 - 65) = 65 + 0,9 \cdot (5) = 65 + 4,5 = \mathbf{69,5}\]
  • Menghitung Desil ke-7 (\(D_7\)):
    Cari letak \(D_7\): \[L(D_7) = rac{7 \cdot (12 + 1)}{10} = rac{7 \cdot 13}{10} = rac{91}{10} = 9,1\]

    Bagian bulat (\(k\)) = \(9\), bagian desimal (\(d\)) = \(0,1\). Posisi berada di antara data ke-9 (\(X_9\)) dan data ke-10 (\(X_{10}\)).

    Ambil nilai data: \(X_9 = 85\) dan \(X_{10} = 88\).

    Hitung nilai \(D_7\) dengan interpolasi linear:

    \[D_7 = X_9 + 0,1 \cdot (X_{10} - X_9)\] \[D_7 = 85 + 0,1 \cdot (88 - 85) = 85 + 0,1 \cdot (3) = 85 + 0,3 = \mathbf{85,3}\]

Kesimpulan: Nilai \(D_3\) dari data ujian tersebut adalah 69,5 (30% siswa memperoleh nilai di bawah 69,5) dan nilai \(D_7\) adalah 85,3 (70% siswa memperoleh nilai di bawah 85,3).

5. Rumus Menghitung Desil Data Kelompok

Data kelompok adalah data yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berdasarkan interval kelas tertentu. Karena individual data mentahnya tidak lagi terlihat, kita menggunakan pendekatan estimasi titik berbasis tepi bawah kelas interval.

Rumus Utama Desil Data Kelompok
\[D_i = Tb + \left( rac{ rac{i \cdot n}{10} - F_k}{f} ight) \cdot p\]

Keterangan Komponen Rumus:

  • \(D_i\) = Nilai desil ke-\(i\) yang dicari (\(i = 1, 2, 3, \dots, 9\))
  • \(Tb\) = Tepi bawah kelas desil (\( ext{Batas Bawah Kelas} - 0,5\) untuk skala desimal tunggal)
  • \(n\) = Total jumlah frekuensi seluruh data
  • \(F_k\) = Frekuensi kumulatif sebelum interval kelas desil
  • \(f\) = Frekuensi absolut pada interval kelas desil
  • \(p\) = Panjang interval kelas (\( ext{Batas Atas} - ext{Batas Bawah} + 1\))

Langkah-Langkah Menghitung Desil Data Kelompok

  1. Hitung total frekuensi (\(n\)).
  2. Buat kolom bantuan berupa Frekuensi Kumulatif (\(F_k\)).
  3. Tentukan letak kelas desil dengan menghitung nilai posisi \(L = rac{i \cdot n}{10}\).
  4. Cari interval kelas mana yang pertama kali memuat nilai frekuensi kumulatif \(F_k \ge L\). Kelas tersebut adalah Kelas Desil.
  5. Tentukan nilai \(Tb\), \(F_k\) (frekuensi kumulatif kelas sebelumnya), \(f\), dan \(p\) dari kelas desil yang telah ditemukan.
  6. Masukkan seluruh komponen ke dalam rumus utama desil data kelompok.

6. Contoh Soal dan Pembahasan Desil Data Kelompok

Contoh Soal Data Kelompok

Berikut adalah tabel distribusi frekuensi nilai ujian statistika 50 mahasiswa:

Interval Nilai Frekuensi (\(f\))
40 – 494
50 – 596
60 – 6910
70 – 7916
80 – 899
90 – 995
Total (\(n\))50

Pertanyaan: Hitunglah nilai Desil ke-6 (\(D_6\)) dari tabel distribusi frekuensi tersebut!


Penyelesaian:

  • Buat tabel penolong dengan kolom Frekuensi Kumulatif (\(F_k\)):
    Interval Nilai Frekuensi (\(f\)) Frekuensi Kumulatif (\(F_k\))
    40 – 4944
    50 – 59610
    60 – 691020
    70 – 791636 (Kelas D₆)
    80 – 89945
    90 – 99550
  • Menentukan letak kelas \(D_6\):
    \[ ext{Letak Posisi } D_6 = rac{6 \cdot n}{10} = rac{6 \cdot 50}{10} = 30\]

    Cari pada kolom \(F_k\), interval mana yang mencakup data urutan ke-30. Interval 70 – 79 mencakup data ke 21–36. Maka kelas \(D_6\) berada pada interval 70 – 79.

  • Identifikasi komponen nilai dari Kelas \(D_6\):
    • Kelas Desil: 70 – 79
    • Tepi Bawah (\(Tb\)): \(70 - 0,5 = 69,5\)
    • Frekuensi Kumulatif Sebelum Kelas (\(F_k\)): \(20\)
    • Frekuensi Kelas Desil (\(f\)): \(16\)
    • Panjang Kelas (\(p\)): \((79 - 70) + 1 = 10\)
  • Masukkan komponen ke dalam rumus: \[D_6 = Tb + \left( rac{ rac{6 \cdot n}{10} - F_k}{f} ight) \cdot p\] \[D_6 = 69,5 + \left( rac{30 - 20}{16} ight) \cdot 10\] \[D_6 = 69,5 + \left( rac{10}{16} ight) \cdot 10 = 69,5 + (0,625 \cdot 10) = 69,5 + 6,25 = \mathbf{75,75}\]

Kesimpulan: Nilai Desil ke-6 (\(D_6\)) dari data kelompok mahasiswa tersebut adalah 75,75. Artinya, 60% mahasiswa memiliki nilai ujian kurang dari atau sama dengan 75,75.

7. Aplikasi dan Penerapan Konsep Desil dalam Dunia Nyata

Konsep desil tidak hanya menjadi materi teoretis matematika dan statistik di ruang kelas, tetapi juga merupakan alat analisis yang amat vital di dunia nyata.

1. Penyaluran Bansos (DTKS)

Pemerintah mengelompokkan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan:

  • Desil 1: 10% terendah (sangat miskin).
  • Desil 2–4: Miskin hingga rentan miskin.
  • Desil 5–10: Menengah hingga mampu.

Meminimalkan kesalahan sasaran (inclusion/exclusion errors).

2. Segmentasi Pelanggan Bisnis

Tim analisis data menggunakan Decile Analysis untuk membagi pelanggan berdasarkan total pengeluaran:

  • Desil 10: Pelanggan VIP pendorong laba terbesar.
  • Desil 1–3: Pelanggan dengan transaksi rendah.

3. Analisis Kesenjangan Pendapatan

Ekonom membandingkan porsi pendapatan Desil 1 (10% termiskin) dengan Desil 10 (10% teratas) untuk menghitung Rasio Gini dan mengukur ketimpangan ekonomi wilayah.

4. Evaluasi Pendidikan & Tes Standar

Peringkat desil digunakan pada ujian skala besar (seperti UTBK/SNBT). Siswa di Desil 9 melampaui 80–90% dari total peserta nasional.

8. Kesimpulan

Desil adalah metode analisis statistik yang sangat intuitif dan berdaya guna untuk membagi kumpulan data terurut menjadi 10 bagian yang seimbang.

  • Pemahaman akan posisi (\(L\)) dan interpolasi menjadi kunci dalam menghitung desil data tunggal.
  • Penggunaan tepi bawah (\(Tb\)), frekuensi kumulatif (\(F_k\)), dan panjang interval (\(p\)) dibutuhkan untuk memecahkan perhitungan desil pada data kelompok.
  • Penguasaan konsep ini memegang peranan krusial tidak hanya untuk penyelesaian akademis, tetapi juga dalam perumusan kebijakan publik, penyaluran bantuan sosial, analisis riset ekonomi, hingga penetapan strategi pemasaran bisnis berskala masif.

Komentar

Tautan artikel berhasil disalin!